Pola Pemanfaatan Sumber Daya Alam SPTN Wilayah II
Dibuat oleh : Admin Website pada tanggal 13 Jun 2017 17:48:22

Untuk mengetahui pola pemanfaatan SDA dapat dilakukan berbagai cara, yaitu pengambilan data dan terjun langsung dilapangan, maupun dari data sekunder dengan mengambil data yang sudah ada di instansi. Pada bulan Januari 2017 Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah (SPTNW) II melakukan pengambilan data dan wawancara langsung di lapangan dalam kegiatan monitoring resource use yang rutin dilakukan setiap tahunnya. Kegiatan ini selain untuk mengetahui pola pemanfaatan juga sekaligus berfungsi untuk memantau dan mengukur tingkat partisipasi para pihak dalam upaya mendukung pelaksanaan dan kepatuhan hukum atas zonasi Taman Nasional (TN)Wakatobi.

Metode monitoring ini adalah dengan melalui metode jelajah. Metode ini dilakukan dengan cara menyelusuri pesisir pantai/karang yang menjadi rute/target lokasi. Pengambilan data dilakukan dengan cara pengamatan dan wawancara langsung di lapangan, hal yang diamati misalkan jenis alat tangkap dan transportasi yang digunakan dalam pemanfaatan, sedangkan dalam wawancara untuk mengetahui data diri nelayan, jenis tangkapan, dan jumlah hasil tangkapan.

Kencangnya gelombang, dan hujan yang mengguyur tidak menjadi hambatan bagi para petugas negara untuk melaksanakan tugasnya. Anggota tim turun melaut pada tanggal 28 dan 29 Januari 2017, kami melibas pesisir laut, dan daerah karang yang ada di Kaledupa. Beberapa kali speed boat yang ditumpangi diterjang gelombang namun hal itu tidak membuat nyali tim ciut

Pada kegiatan ini kami menemukan 79 orang pemanfaat, 77 diantaranya adalah nelayan, sedangkan ada 1 pengumpul dan 1 wisatawan yang ditemukan. Jika dibandingkan dengan periode Tahun 2016 pada bulan yang sama jumlah ini lebih sedikit diduga karena pengaruh cuaca yang buruk (hujan dan gelombang).

Pemanfaat yang dapat kami wawancari berjumlah 75 orang, dari wawancara kami mendapatkan data yang diperlukan untuk mengetahui pola pemanfaatan. Nelayan yang berasal dari Desa Samabahari merupakan nelayan yang paling sering ditemukan. Nelayan Samabahari diketahui merupakan suku Bajo yang menggantungkan hidupnya dari laut, pengawasan dan pembinaan sangat diperlukan terhadap aktivitas nelayanlokal  tersebut.Sehingga para nelayan dalam melakukan pemanfaatan sumber daya mematuhi aturan zonasi guna menjaga keberlangsungan kelestarian sumber daya alam di TN Wakatobi. Dari kegiatan ini diketahui 1 orang wisatawan yang ditemukan berasal dari Afrika Selatan.