VISI DAN MISI
Dibuat oleh : Admin pada tanggal 03 Jun 2017 10:00:00

Visi dan Misi pengelolaan TNW mengacu pada misi dan visi Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Departemen Kehutanan, yaitu:

Visi :

“Terwujudnya TNW yang mantap, dinamis dan lestari serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah secara berkelanjutan”.

(Mantap dari aspek kawasannya, dinamis dari aspek pengelolaannya, lestari dari aspek sumberdaya alam hayati dan eksosistemnya)

Misi :

  1. Mempertahankan status kawasan yang telah ditata batas secara fisik baik batas kawasan maupun zonasinya, memiliki status hukum yang jelas,  sistem pengelolaan yang mantap dan dinamis,  memperoleh pengakuan dan dukungan baik dari pemerintah Kabupaten Wakatobi dan masyarakat.;
  2. Mempertahankan keutuhan, kualitas dan daya dukung SDAHE kawasan TNW dan terjaminnya sistem penanganan limbah yang baik, yang dapat memberikan manfaat bagi perikanan berkelanjutan dan pariwisata bahari pada zona pemanfaatan pariwisata dan kawasan disekitarnya dan untuk pengembangan pendidikan dan penelitian kelautan serta tergali dan termanfaatkannya potensi jasa lingkungan dan wisata alam.
  3. TNW dikelola oleh organisasi yang mantap yang memiliki SDM yang profesional, sarpras yang memadai, sistem pengelolaan adaptif dan didukung pendanaan berkelanjutan 

Tujuan Pengelolaan :

Tujuan pengelolaan TNW dijabarkan berdasarkan misi, yaitu :

Misi 1 : Mempertahankan status kawasan yang telah ditata batas secara fisik baik batas kawasan maupun zonasinya, memiliki status hukum yang jelas,  sistem pengelolaan yang mantap dan dinamis,  memperoleh pengakuan dan dukungan baik dari pemerintah Kabupaten Wakatobi dan masyarakat, dengan tujuan :

  1. Memperkuat status kawasan dengan menjadikan titik refesensi sebagai titik ikat batas kawasan TNW serta zonasi TNW terintegrasi dalam tata ruang wilayah Kabupaten Wakatobi dan telah diberi marka/rambu untuk memudahkan implementasinya sesuai fungsi peruntukan serta tersosialisasikan ke seluruh stakeholder
  2. Membangun model pengelolaan kawasan yang efektif, mantap dan dinamis melalui evaluasi fungsi/peruntukan zonasi dan daerah penyangga
  3. Menciptakan wilayah penyangga/daratan yang berperan dalam mendukung misi konservasi pengelolaan kawasan TNW, dengan terbangunnya perencanaan wilayah daratan (perencanaan pembangunan Kabupaten Wakatob) dan pola pemanfaatan masyarakat di laut yang terintegrasi dan mempertimbangkan wilayah pelestarian SDAHE TNW
  4. TNW menjadi model pengelolaan kawasan konservasi (Taman Nasional) yang sinergis dengan pengelolaan Pemerintah Daerah, yang mampu memberikan peningkatan PAD, kesejahteraan masyarakat dan juga capaian pengelolaan kawasan konservasi.

Misi 2:    Mempertahankan keutuhan SDAHE pada zona inti, pertlindungan bahari dan zona pariwisata serta kualitas dan daya dukung SDAHE pada zona pemanfaatan dan terjaminnya sistem penanganan limbah yang baik,   yang dapat memberikan manfaat bagi perikanan berkelanjutan dan pariwisata bahari pada zona pemanfaatan dan kawasan di sekitarnya serta bagi pengembangan pendidikan dan penelitian kelautan serta tergali dan termanfaatkannya potensi jasa lingkungan dan wisata alam, mencakup tujuan :

  1. Melengkapi dan menyempurnakan database SDAHE sebagai input bagi perancangan pengelolaan SDAHE yang efektif dan site specifik serta pengembangan pemanfaatan jasa lingkungan.
  2. Mempertahankan keutuhan SDAHE di dalam zona Inti, zona perlindungan bahari dan zona pariwisata serta kualitas dan daya dukung SDAHE pada zona pemanfaatan, terjaminnya sistem penanganan limbah yang baik, dan membangun model pengelolaan TNW menjadi pusat penelitian dan pendidikan kelautan.
  3. Terbangunnya model pemanfaatan jasa lingkungan dan wisata alam serta penelitian dan pendidikan.
  4. TNW menjadi model pengelolaan SDAHE dengan pengembangan perikanan berkelanjutan, pariwisata bahari serta pendidikan dan penelitian kelautan

Misi 3:     TNW dikelola oleh organisasi yang mantap yang memiliki SDM yang profesional, sarpras yang memadai, sistem pengelolaan adaptif dan didukung pendanaan berkelanjutan, mencakup tujuan :

  1. Mengembangkan dan memperkuat SPTNW (Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah) sebagai ujung tombak pengelolaan kawasan dengan menciptakan mekanisme kerja yang efektif, melengkapi sarpras dan SDM yang profesional
  2. Memperkuat peran dan eksistensi Balai TNW dalam membangun sinergi dengan Pemkab Wakatobi dalam pengembangan wilayah Wakatobi termasuk membangun mekanisme dan model pendanaan berkelanjutan dalam mendukung pengelolaan TNW
  3. Implementasi pengelolaan TNW yang efektif dengan skema pendanaan berkelanjutan
  4. TNW menjadi model lembaga pengelola yang adaptif dan didukung pendanaan berkelanjutan

Sasaran Pengelolaan :

Sasaran pengelolaan TNW diuraikan sebagai berikut :

Misi 1:     Mempertahankan status kawasan yang telah ditata batas secara fisik baik batas kawasan maupun zonasinya, memiliki status hukum yang jelas, sistem pengelolaan yang mantap dan dinamis, memperoleh pengakuan dan dukungan baik dari pemerintah kabupaten Wakatobi dan masyarakat, dengan sasaran :

  1. Status kawasan dan zonasi TNW mempunyai aspek legalitas yang kuat dan diterima/diakui semua lapisan stakeholder
  2. Mengintegrasikan titik referensi menjadi titik ikat tata ruang, batas kawasan dan  kabupaten
  3. Mengintegrasikan zonasi TNW ke dalam Tata ruang Wilayah Kabupaten Wakatobi
  4. Tata batas kawasan dan zonasi mempunyai tanda atau marka yang jelas.
  5. Mensosialisasikan titik referensi, zonasi ke seluruh stakeholder
  6. Mengimplementasikan zonasi sesuai fungsi peruntukkan dengan berkoordinasi dengan Pemkab Wakatobi.
  7. Implementasi zonasi TNW sampai 2012
  8. Melakukan evaluasi implementasi zonasi TNW serta merancang revisi zonasi jika diperlukan
  9. Merancang model pengelolaan TNW yang efektif
  10. Merancang model pengelolaan dan pengembangan daerah penyangga bekerjasama dengan Pemkab Wakatobi
  11. Pembangunan dan semua aktivitas di daerah penyangga sejalan dan mendukung upaya konservasi di ekosistem TNW
  12. Meningkatkan dukungan dan partisipasi stakeholder dalam pengelolaan kawasan
  13. Meningkatkan ekonomi atau pendapatan masyarakat daerah penyangga, melalui pengaturan aktivitas di laut yang ramah lingkungan, dan juga terdapatnya atau terbangunnya pola mata pencaharian alternatif yang mampu mengurangi tekanan terhadap kawasan perairan
  14. Meningkatnya pemahaman dan pengetahuan masyarakat seputar konservasi.
  15. Integrasi Model pengelolaan TNW sudah terbangun efektif dan ideal,  sinergis dengan arah dan pembangunan pemda, mendapat dukungan pengelolaan dari semua pihak (nasional dan internasional) dan  terbangunnya atau tergalinya conservation fee.

Misi 2:    Mempertahankan keutuhan SDAHE pada zona inti, pertlindungan bahari dan zona pariwisata serta kualitas dan daya dukung SDAHE pada zona pemanfaatan dan terjaminnya sistem penanganan limbah yang baik,   yang dapat memberikan manfaat bagi perikanan berkelanjutan dan pariwisata bahari pada zona pemanfaatan dan kawasan disekitarnya dan untuk pengembangan pendidikan dan penelitian kelautan serta tergali dan termanfaatkannya potensi jasa lingkungan dan wisata alam, dengan sasaran :

  1. Memastikan pengelolaan 8 sumberdaya penting yang menjadi target konservasi sesuai kaidah perancangan KKL minimal sebesar 30 % dari luasan masing-masing sumberdaya penting
  2. Merancang rencana pengembangan Penelitian dan pendidikan di TNW
  3. Meningkatkan intensitas pengawasan dan pengamanan kawasan khususnya terhadap 8 sumberdaya penting.
  4. Merancang sistem pengelolaan data dan informasi sebagai input pengelolaan yang adaptif, umpan balik sebagai indikator keberhasilan pengelolaan serta dapat diakses dan bermanfaat untuk semua pihak
  5. Merancang sistem penanganan limbah yang tepat kerjasama dengan Pemerintah daerah dan ilembaga terkait
  6. Mengimplementasikan penegakan hukum yang tegas sesuai perUU yang berlaku terhadap bentuk-bentuk pelanggaran/gangguan dalam pemanfaatan 8 sumberdaya penting.
  7. Meningkatkan kemampuan fungsi dan karakteristik ekologis 8 sumberdaya penting dalam pemanfaatan jasa lingkungan.
  8. Mengembangkan model pendidikan dan riset/penelitian yang inovatif untuk meningkatkan kemampuan pulih dari 8 sumberdaya penting.
  9. Terdapatnya potensi jasa lingkungan dan wisata alam yang akan dikembangkan.
  10. Terbangunnya jaringan kerjasama penelitian dengan pihak luar.
  11. Mengembangkan Pusat Penelitian Kelautan berskala internasional (International Marine Research Center)
  12. Mengembangkan terobosan inovatif dalam pengelolaan perikanan yang berkelanjutan
  13. Merancang pengembangan model ekowisata bahari yang berbasis masyarakat
  14. Merancang sistem pengembangan SDM masyarakat untuk mendukung perikanan dan pariwisata berkelanjutan
  15. Terdapatnya model pemanfaatan jasa lingkungan dan wisata alam serta penelitian dan pendidikan
  16. Terdapatnya sistem penanganan limbah untuk menjaga keutuhan dan kualitas ekosistem TNW
  17. Merancang dan membangun Wakatobi sebagai pusat riset kelautan dan menjadi pusat perhatian pengelolaan KKL di Indonesia dan dunia.

Misi 3:     TNW dikelola oleh organisasi yang mantap yang memiliki SDM yang memadai, profesional dengan sarpras yang memadai dan sistem pengelolaan adaptif serta didukung pendanaan berkelanjutan, dengan sasaran :

  1. Sarana dan prasarana pengelolaan di setiap SPTNW  telah optimal untuk mendukung fungsi pengelolaan SPTNW
  2. Meningkatkan kemampuan teknis dan manajemen pengelolaan kawasan bagi personil BTNW
  3. Merancang mekanisme pendanaan alternatif dan berkelanjutan agar terwujud dana konservasi abadi (endowment fund for conservation) untuk memastikan pengelolaan yang efektif
  4. Meningkatkan status UPT pengelola TNW menjadi Balai Besar
  5. Tersedianya SDM profesional dalam jumlah memadai
    Menjadikan TNW sebagai pusat jejaring KKL di Indonesia
  6. Membangun dan melengkapi Sarana dan prasarana sebagai Balai Besar guna mendukung pengembangan pariwisata dan penelitian
  7. Menjalankan pengelolaan TNW sebagai balai besar dan menjadi model bagi balai besar lainnya
  8. Menjalankan pengelolaan TNW yang sebagian telah didukung skema pendanaan berkelanjutan
  9. Peningkatan kapasitas SDM baik melalui program pendidikan bergelar maupun pelatihan-pelatihan tematik yang relevan
  10. Mengimplementasikan TNW sebagai model lembaga pengelola yang mandiri serta menjadi pusat pendidikan dan penelitian kelautan yang didukung pendanaan berkelanjutan