KELEMBAGAAN
Dibuat oleh : Admin pada tanggal 03 Jun 2017 10:00:00

TNW adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat di bawah Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Departemen Kehutanan.  

Di awal pembentukannya, Unit Pelaksana Teknis Balai TNW adalah Unit Taman Nasional Kepulauan Wakatobi setingkat eselon IV.a berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No. 185/Kpts-II/1997.  Kemudian berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No. 6186/Kpts-II/2002, Unit TNKW sebagai Institusi Pemerintah setingkat Eselon IV.a ditingkatkan statusnya menjadi Balai TNKW setingkat Eselon III.a, dipimpin oleh Kepala Balai yang keberadaannya dibawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal PHKA dengan tugas ”melaksanakan pengelolaan ekosistem kawasan taman nasional dalam rangka konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku”.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan No. P.29/Menhut-II/2006 ditetapkan perubahan nama Taman Nasional Kepulauan Wakatobi  menjadi Taman Nasional Wakatobi.

Selanjutnya seiring perkembangan organisasi lingkup UPT PHKA, maka struktur organisasi Balai TNW juga berubah berdasarkan Permenhut No. P.03/Menhut-II/2007 tanggal 1 Pebruari 2007 Tentang Organisasi dan Tata Kerja UPT Taman Nasional, dengan struktur organisasi sebagai berikut :

Balai Taman Nasional merupakan pelaksana pengelolaan ekosistem kawasan taman nasional dalam rangka Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Fungsi taman nasional wakatobi berdasarkan Permenhut No. P.03/Menhut-II/2007 tanggal 1 Pebruari 2007 Tentang Organisasi dan Tata Kerja UPT Taman Nasional adalah :

  1. Penataan zonasi, penyusunan rencana kegiatan, pemantauan dan evaluasi pengelolaan taman nasional;
  2. Pengelolaan taman nasional;
  3. Penyidikan, Perlindungan dan pengamanan kawasan;
  4. Promosi, informasi konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya;
  5. Pengembangan Bina Cinta Alam dan penyuluhan KSDAH&E;
  6. Kerjasama pengembangan KSDAH&E serta pengembangan kemitraan;
  7. Pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan taman nasional;
  8. Pengembangan dan pemanfaatan jasa lingkungan dan pariwisata alam

Untuk berjalannya sebuah organisasi dengan baik dibutuhkan mekanisme kerja yang didasarkan atau mengacu pada aturan yang ada. Namun untuk kepentingan efektifitas pengelolaan dan peningkatan kinerja pegawai maka dibutuhkan juga mekanisme internal yang tidak bertentangan dengan aturan yang telah ada. Untuk itu BTNW sebagai salah satu Balai Taman Nasional Laut harus melakukan terobosan dalam manajemen organisasinya yang akan merangsang prestasi kerja pegawainya yang akan berimplikasi pada kualitas pengelolaan kawasan.