PENGAWETAN
Dibuat oleh : Admin Website pada tanggal 09 Jun 2017 04:37:56

Taman Nasional adalah Kawasan Pelestarian Alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi. Taman Nasional Wakatobi (TNW) merupakan kawasan konservasi laut, ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 393/Kpts-VI/1996 tanggal 30 juli 1996 dan ditetapkan berdasarkan SK. Menteri Kehutanan No. 7651/Kpts-II/2002 tanggal 19 Agustus 2002 seluas 1.390.000 Ha, meliputi seluruh perairan P. Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, Binongko, Runduma dan Perairan Pulau Moromaho yang pengelolaaanya dilakukan dengan sistem Zonasi sesuai peruntukannya.


Berdasarkan penetapan zonasi TNW sesuai dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam No : SK.149/IV-KK/2007, tanggal 23 Juli 2007 yang terdiri atas : Zona Inti. Zona perlindungan bahari, zona Pariwisata, zona pemanfaatan lokal, zona pemanfaatan umum, dan zona khusus daratan memiliki Sumber Daya Alam Penting termasuk di dalamnya adalah lamun. Untuk mengetahui sebaran lamun, jenis lamun dan persentase tutupan lamun maka perlu adanya monitoring lamun dalam mendukung pengelolaan TNW yang efektif dan efisien.

Kawasan kepulauan wakatobi dan perairan disekitarnya seluas 1.390.000 Ha yang terletak di wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten Wakatobi, Propinsi Sulawesi. Adapun tujuan pengelolaan Taman Nasional Wakatobi yaitu menjamin dan memelihara keutuhan dari keberadaan kawasan dan ekosistem Taman Nasional, menjamin dan memelihara keberadaan dari potensi dan nilai-nilai keanekaragaman tumbuhan, satwa, komunitas, dan ekosistemnya penyusun kawasan Taman Nasional, dan memanfaatkan kawasan dan potensi Taman Nasional secara optimal, lestari dan bijaksana untuk kepentingan kegiatan penelitian, pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, kegiatan yang menunjang budaya-budaya, dan pariwisata alam bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Taman Nasional Wakatobi memiliki beranekaragam potensi sumberdaya alam diantaranya memiliki hamparan hutan mangrove mulai dari Pulau Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko dimana keberadaan hutan mangrove sangat penting bagi kehidupan manusia. Berbagai macam fungsi hutan mangrove diantaranya sebagai daerah pelindung daratan dari pengaruh abrasi/erosi ombak, sebagi daerah pemijahan dan daerah mencari makanan berbagai jenis ikan, udang dan biota laut lainnya sehingga keberadaan hutan mangrove pada kawasan Taman Nasional Wakatobi akan bermanfaat bagi kelangsungan hidup masyarakat oleh sebab itu diperlukan suatu pengelolaan yang arif dan bijaksana agar keberadaan hutan mangrove di kawasan Taman Nasional Wakatobi akan terus lestari dan berkelanjutan.