PENYU
Dibuat oleh : Admin pada tanggal 05 Jun 2017 17:00:00

Taman Nasional Wakatobi (TNW) merupakan sebuah kawasan pelestarian alam yang terletak di Provinsi Sulawesi Tenggara. Taman Nasional Wakatobi mempunyai potensi sumber daya wisata bawah laut yang melimpah, salah satu biota lautnya adalah Penyu. Hasil monitoring penyu oleh Balai TNW-WWF-TNC sampai tahun 2006 mencatat jenis penyu yang dijumpai di Kepulauan Wakatobi ada 2 (dua) jenis, yaitu penyu sisik (Eretmochelys imbricata) dan penyu hijau (Chelonia mydas).  Diketahui ada 5 lokasi peneluran penyu hijau di kawasan TNW yaitu Pulau Runduma, P. Anano, P. Kentiole,  P. Tuwu-Tuwu (Cowo-Cowo) dan P. Moromaho.

Populasi penyu yang semakin menurun menyebabkan penyu termaksud kedalam spesies yang terancam punah, butuh perhatian secarah khusus mengenai populasinya dalam bentuk pengelolaan. Pengelolaan yang dilakukan untuk meningkatkan populasinya antara lain dengan mencantumkan penyu kedalam delapan (8) target konservasi oleh TNW serta melakukan pembinaan habitat maupun populasinya. Populasi penyu di TNW mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, tercatat terjadi kenaikan angka pendaratan penyu di TNW untuk tahun 2011, selain itu jumlah tukik yang berhasil menetas di Pulau Anano tercatat sebanyak 1103 berjenis penyu hijau dan sebanyak 33 berjenis penyu sisik. Total telur yang ditemukan sebanyak 1762 telur dari 25 sarang yang ada dipulau Anano.

Parameter Viabilitas dan Indikator Pengukuran

Pengelolaan habitat tempat bertelurnya penyu dapat diukur dengan mengukur parameter berupa frekuensi kemunculan penyu di lokasi-lokasi pantai penelurannya, dengan indikator jumlah penyu yang naik, penyu yang bertelur dan jumlah jejak.

Tekanan dan Ancaman

Sejak dimulainya program monitoring penyu (September 2005) serta dibantu dengan tenaga pengamanan pulau dari Pemerintah Kabupaten Wakatobi, kecenderungan frekuensi kemunculan penyu di lokasi pantai peneluran penyu terutama di Pulau Anao dan Runduma menjadi meningkat. Meskipun demikian masih saja terjadi praktek pencurian telur penyu dan penangkapan penyu oleh nelayan baik nelayan lokal maupun luar Wakatobi.  Dan perdagangan penyu, baik dewasa mapun telurnya memang sudah berjalan sejak lama, di pasar lokal harga telur penyu mencapai Rp. 500 - 1000 per butir.

Grafik frekuensi kemunculan penyu di pulau Anano

Sampai saat ini survey dan monitoring penyu sudah dilakukan terutama di Pulau Anono dan Runduma, namun pengamatan masih terbatas pada frekuensi kemunculan penyu. Mengenai pengelolaan penyu, tidak terlepas dari adanya permasalahan seperti permasalahan habitat dan populasi penyu, kondisi geografis TNW, serta peran serta masyarakat menjaga pantai. Upaya penyelesaian yang dilakukan pihak TNW dalam mengelola penyu adalah melakukan kegiatan pengelolaan pendukung. Ke depannya perlu dilakukan juga monitoring terhadap ukuran dimensi (panjang, lebar dan berat) penyu yang naik serta sex rasio penyu yang ada di sekitar. Selain itu perlu juga dilakukan pemantauan viabilitas telurnya (daya tetas) dan jika memungkinkan dilakukan secara artifisial dengan membangun tempat penetasan sehingga diharapkan dapat meningkatkan jumlah telur penyu yang menetas serta menambah jumlah lokasi tempat peneluran penyu.   Pemantauan terhadap lokasi tempat makan penyu (feeding ground) juga perlu dilakukan.  Sehingga selain dapat menjaga kelestarian penyu juga dapat menjadi salah satu program pengembangan pariwisata di Wakatobi.